Sabtu, 13 Oktober 2012

PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI


BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Penyusunan program merupakan proses perencanaan jangka panjang yang di dalamnya manajemen merencanakan alokasi sumber daya (recources) kepada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk pelaksaan strategi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Sebelum manajemen menetapkan jumlah sumber ekonomi yang akan di alokasikan kepada program-program tertentu di masa yang akan datang, manajemen menghadapi masalah pemilihan program-program yang akan di laksanakan. Untuk memungkinkan pemilihan program yang secara otomatis terbaik bagi perusahaan diantara berbagai alternative program yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan, manajemen memerlukan informasi akuntansi diferensial. Setelah manajemen melakukan pemilihan program yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu panjang dimasa yang akan datang, manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh untuk mengukur dan mengalokasikan sumber ekonomi kepada program-program yang telah di pilih tersebut.
Dalam perencanaan jangka panjang, manajemen puncak menghadapi masalah mesin dan ekuipmen baru untuk memenuhi bertambahnya permintaan terhadap produk-produk perusahaan, dan masalah penggantian aktiva tetap yang sudah tidak ekonimis pemakaiannya, serta masalah-masalah lain yang berhubungan dengan investasi atau penanaman modal (capital expenditure). Karena pada umumnya investasi membutuhkan dana yang relative besar, dan keterkaitan dana tersebut dalam jangka waktu yang relative panjang, serta mengandung resiko, maka di perlukan pertimbangan yang masak sebelum investasi tersebut dilaksanakan. Diantara berbagai informasi yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi, informasi akuntansi manajemen, yang berupa aktiva diferensial, pendapatan diferensial, dan atau biaya diferensial merupakan informasi penting untuk menilai kelayakan ekonomis suatu rencana investasi.
1.2         Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi permasalahan dari makalah ini adalah:
1.    Menjelaskan tentang penggunaan informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan investasi
2.    Menjelaskan bagaimana cara pengambilan keputusan investasi dalam lingkungan manufaktur maju

1.3         Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah:
1.    Untuk mengetahui penggunaan informasi diferensial dalam pengambilan keputusan
2.    Untuk mengetahui cara pengambilan keputusan investasi dalam lingkungan manufaktur maju.


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1    INVESTASI
Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang
Jenis-Jenis Investasi
Investasi dapat di bagi menjadi empat golongan berikut ini:
1.    Investasi yang tidak menghasilkan laba (non- profit investment)
2.    Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable profit investment)
3.    Investasi dalam penggantian akuipmen (replacement investment),
4.    Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment)
Þ    Investasi yang Tidak Menghasilkan Laba
Investasi jenis ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat kontrak yang telah disetujui,yang mewajibkan perusahaan untuk melaksakan tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. Misalnya karena air limbah yang telah digunakan dalam proses produksijika dialirkan keluar pabrik akan mengakibatkan munculnya pencemaran lingkungan, maka perintah mewajibkan perusahaan untuk memasang instalasi pembersih air limbah, sebelum air tersebut dibuang keluar pabrik.
Þ    Investasi yang Tidak Dapat Diukur Labanya
Investasi ini dimaksutkan untuk menaikan laba, namun laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dengan adanya investasi ini sulit untuk dihitung secara teliti. Sebagai contoh pengeluaran biaya promosi produk untuk jangka panjang, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan serta pendidikan kariawan.
Þ    Investasi Dalam Penggantian Mesin dan Ekuipmen
Investasi jenis ini meliputi pengeluran untuk penggantian mesin dan ekuipman yang ada. Penggantian mesin dan ekuipmen biasanya dilakukan atas dasar pertimbangan adanya penghematan biaya (biayadiferensial) yang diperoleh atau adanya kenaikan produktivitas (pendapatan difernsial) dengan adanya penggaantian tersebut
Þ    Investasi Dalam Perluasan Usaha
Investasi jenis ini merupakan pengeluaran unuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya. Tambahan kapasitas memerlukan aktiva diferensial berupa tambahan investasi dan menghasilkan pendapatan diferensial, yang berupa tambahan pendapatan (revenues), serta memerlukan diferensial, yang berupa tambahan biaya karena tambahan kapasitas.


2.2    INFORMASI  AKUNTANSI  MANAJEMEN
Dalam pengambilan keputusan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi manajemen berupa aktiva penuh, pendapatan penuh, dan biaya penuh yang akan datang. Informasi aktiva penuh memberi ukuran berapa jumlah dana yang akan ditanamkan dalam proyek atau kegiatan tertentu, sedangkan pendapatan dan biaya penuh masa yang akan datang memberikan ukuran tingkat kemampuan menghasilkan laba dari investasi dalam proyek atau kegiatan yang direncanakan tersebut.
Dalam pengambilan keputusan, biaya kesempatan memegang peran yang sangat penting. Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Analisi  biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penerimaan kas dalam investasi memiliki nilai waktu uang.

2.3    PAJAK PENGHASILAN DAN KEPUTUSAN INVESTASI
Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba (pajak penghasilan) merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu perhitungan dalam aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut.
Dalam pergantian aktiva tetap, perusahaan akan memiliki kesempatan memperoleh kas masuk dari penjualan aktiva tetap lama dan kemungkinan memperoleh laba atau menderita kerugian dari aktiva tetap lama tersebut. Dengan demikian biaya kesempatan dan pajak yang diperhitungkan dalam keputusan penggantian aktiva tetap adalah sebagai berikut:

Kas masuk dari penjualan aktiva tetap lama                                       Rp1.000.000
Pajak penghasilan atas laba penjualan aktiva tetap:
            Harga jual aktiva tetap lama                           Rp1.000.000
            Nilai buku aktiva tetap lama                           Rp    800.000
            Laba penjualan aktv tetap lama                      Rp    200.000
            Pajak penghasilan atas laba penjualan
            Aktiva tetap lama 35%× Rp200.000                                      Rp       70.000
Kas masuk bersih dari penjualan aktiva tetap lama                            Rp     930.000

2.4    KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
            Ada beberapa untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternative investasi. Ada empat metode untuk menilai suatu usulan investasi:
1.    Pay-back.
2.    Average return on investment.
3.    Present value.
4.    Discount cash flows
Þ       Pay-back Metodh
Salah satu metode yang pada umumnya digunakan untuk menentukan perlu tidaknya penambahan atau pergantian aktiva tetap perusahaan adalah pay-back method. Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti: pay off method dan pay-out method.
Rumus perhitungan pay-back (dalam tahun) dapat dibagi menjadi dua kelompok:
·      Rumus perhitungan pay-backperiod yang belum memperhitungkan unsur pajak penghasilan.
·      Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan
Rumus perhitungan pay-back period yang belum memperhitungkan unsur pajak penghasilan. Jika pajak penghasilan belum diperhitungkan dalam contoh penentuan pay-back period dalam investasi untuk  perlusan usaha, pay back period dihitung dengan rumus sebagai berikut:
 Pay back period (dalam tahun) =            investasi
Laba tunai rata-rata pertahun
Contoh 3 :
Tuan A mempunyai rencana akan menginvestasikan uangnya dalam usaha tarsport. Menurut rencana dia akan membeli sebuah mobil penumpang dengan harga Rp 72.000.000 (sudah termasuk bea balik nama). Untuk memperkirakan dalam jangka waktu berapa tahun investasi tersebut akan kembali, tuan A memperkirakan pendapatan diferensial dan biaya diferensialtunai perbulan dari usahanya sebagai berikut:
Taksiran pendapatan diferensial                                                         Rp5.000.000
Taksiran biaya diferensial tunai (berupa biaya keluar ktng                 Rp3.800.000
Laba tunai per bulan                                                                           Rp1.200.000
Jika dampak penghasilan akibat tambahan laba tunai tidak di perhitungkan dalam pengambilan keputusan, investasi tersebut akan kembali lagi dalam jangka waktu:     
Pay-back = 72.000.000   = 60 bulan
1.200.000
            Apabila diterapkan dalam investasi pada penggantian aktiva tetap, maka rumus perhitungan pay-back periode adalah sebagai berikut:
Pay-back period =         investasi                               
Penghematan tunai per tahun

Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan
Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Pay-back period =      investasi                                  
Kas masuk bersih
            Dalam rumus perhitungan pay-back tersebut, pembilang yang berupa investasi merupakan aktiva diferensial yang direncanakan dalam usulan investasi penggantian aktiva tetap atau perluasan usaha, dan penyebut yang berupa kas masuk bersih.
Dalam perhitunga pay-back period terdapat dua unsur yang harus diperhitungkan:
1.    Pengeluaran kas bersih (net casg outlay).
2.    Penghematan tunai (cash savings)
Kebaikan pay-back method
a.    Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit untuk diperkirakan, maka tes dengan metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengambilan investasi.
b.    Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yangmempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
c.     Metod ini merupakan alat yang sederhana untuk memilih investasi sebelum meningkat kepenilaian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan investasi untuk menghasilka laba seperti dalam present value method dan discounted  cash flow method.
Kelemahan Pay-back Method
a.       Metode ini tidak memperhitngkan nilai waktu uang. Karena adanya perubahan tenaga beli uang,maka nilai uang yang diterima skarang akan lebih berharga bila dibandingkan dengan jika uang tersebut diterima setahun kemudian.
b.      Metode  ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.
Metode Rata-rata Kembalian Investasi (average return of investment method atau Unadjusted  Rate of Return Method). Metode ini serign disebut accounting method atau financial statement method,karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi (accounting profit).Rumus perhitungan rata rata kembalian investasi (average return on investment) adalah:
Rata-rata kembalian investasi = laba sesuadah pajak 
Rata-rata investasi
            Adapun rumus perhitungan tarif kembalian investasi (rate of return on investment) adalah:
Tariff kembalian investasi = rata-rata kembalian        penutupan
Kas tahunan          -      investasi
Rata-rata investasi

Kebaikan metode rata-rata kembalian investasi. Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.
Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi
1.    Tidak memperhitungkan nilai waktu uang
2.    Di pengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi
3.    Metode ini tidak dapat di terapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.
Þ       Present Value Method
Metode ini digunakan untuk memperhitungkan nilai waktu uang dimana dalam keputusan penambahan aktiva tetap, informasi akuntansi manajemen yang dipertimbangkan adalah besarnya selisih antara pendapatan diferensial dengan biaya diferensial serta dampak pajak penghasilan sebagai akibat dari adanya pendapatan diferensial dan biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap tersebut.
Kebaikan Present Value Method
1.    Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang.
2.    Dalam present value method semua aliran kas selama umur proyek investasi diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi.
Kelemahan Present Value Method
1.    Membutuhkan perhitungkan yang cermat dalam menentukan tarif kembalian investasi
2.    Dalam membandingkan dua proyek investasi yang tidak sama jumlah investasi yang di tanamkan di dalamnya, nilai tunai aliran kas bersih dalam rupiah tidak dapat di pakai sebagai pedoman
Þ      Discounted Cash Flows Method
Pada dasarnya discounted cash flows method sama dengan present value method karena keduanya memperhitungkan nilai waktu uang dimasa yang akan datang. Perbedaannya adalah dalam present value method tarif  kembalian (Rate of return) sudah ditentukan lebih dulu sebagai tarif kembalian, sedangkan dalam discounted cash flows method justru tarif kembaliannya di hitung sebagai dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi.

2.5    ASUMSI YANG MELANDASI PRESENT VALUE DAN DISCOUNTED CASH FLOWS METHOD

Ada dua asumsi yang melandasi perhitungan nilai tunai bersih dalam present value method dan tarif kembalian investasi dalam menggunakan discounted cash flows method:
1.    Semua aliran kas di anggap tejadi pada akhir periode
2.    Semua aliran kas yang di hasilkan oleh investasi di anggap segera ditanamkan kembali ke dalam proyek lain, yang menghasilkan tariff kembalian paling tidak sama dengan tariff kembalian investasi proyek yang pertama.

2.6    BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL)
                        Ada dua macam pengertian biaya modal: biaya modal khusus (specific cost of capital) yaitu biaya yang berhubungan dengan sumber pembelanjaan tertentu pada saat tertentu dan biaya modal rata-rata (average cost of capital) yaitu rata-rata tertimbang bebrbagai biaya modal khusus pada saat tertentu.
Þ      Biaya Modal Pinjaman (Cost of Debt)
Biaya modal pinjaman dihitung dengan cara menentukan tarif bunga efektif setelah pajak. Karena bunga modal pinjaman yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangkan dari penghasilan untuk menimbulkan penghematan pajak (tax saving).
Þ      Biaya Modal Saham Istimewa (Cost of Preferred Stock)
Biaya modal saham investasi dihitung dengan cara membawa dividen saham istimewa dengan harga pasarnya saat kini. Sebagai contoh , jika nilai nominal saham istimewa Rp 1.000.000 perlembar dan dividennya 17% pertahun, sedangkan harga pasarnya Rp 9.000.000 perlembar, maka biaya modal khusus (specific cost of capital) bagi saham istimewa tersebut adalah 18,89% [(17% x Rp 1.000.000) : Rp 9.000.000].
Þ      Biaya Modal Saham Biasa (Cost of Common Equity)
Rumus perhitungan modal saham biasa adalah:
k =  D       + t
p
k = biaya modal saham biasa
D = deviden per lembar yang kini dibayarkan kepada pemegang saham biasa
P = harga pasar perlembar saham yang berlaku kini
t = tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata yang diharapkan untuk deviden saham biasa
Þ      Biaya Modal Rata-Rata (Average Cost of Capital)
            Biaya modal rata-rata dihitung dari berbagai biaya modal khusus dengan menggunakan angka penimbang sebesar proporsi tiap-tiap sumber pembelanjaan dalam total investasi yang akan dilakukan



.
2.7    PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DALAM LINGKUNGAN MANUFAKTUR MAJU

Þ      Penentuan Besarnya Investasi
          Investasi dalam lingkungan manufaktur maju berwujud penggantian mesin-mesin lama dengan mesin-mesin baru yang dikendalikan dengan computer atau berupa perluasan usaha, dengan menambahkan mesin-mesin berteknologi maju yang dikendalikan dengan computer.
Þ      Penaksiran Aliran Kas Masuk Selama Umur Investasi
          Dalam lingkungan manufaktur maju, manfaat tdak berwujud dan penghematan tidak langsung dari investasi menjadi signifikan, dan harus diperhitungkan dalam penaksiran aliran kas masuk. Jika perusahaan melakukan investasi dalam mesin dan ekuipmen berteknologi maju dan menerapkan JIP philosophy dalam produksinya,mutu produk menjadi dapat diandalkan, kepuasan pelanggan menjadi meningkat, posisi daya saing menjadi kuat, kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pangsa pasar menjadi lebih besar. Jika manfaat tidak terwujud  ini tidak diperhitungkan dampaknya terhadap aliran kas masuk, usulan investasi kedalam mesin dan ekuipmen berteknologi maju kemungkinan akan di tolak, dan perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki posisi daya saingnya di pasar.
Þ      Nilai Residu
Pendekatan yang lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian jumlah nilai residu adalah dengan menggunakan analisis sensitifitas.
Þ      Discount Rate
Dalam teori, jika aliran kas masa yang akan datang dapat diketahui dengan pasti, discout rate yang benar adalah sebesar biaya modal perusahaan (firm’s cost of apital). Kenyataannya aliran kasnmasuk masa yang akandatang adlah tidak pasti , oleh karena itu untuk menghadapi ketidak pastian tersebut pengambilan keputusan biasanya menggunakan discount rateyang lebih tinggi dari biaya modal perusahaan.
BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami ajukan dari makalah ini adalah:
1.    Informasi akuntansi manajemen yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan investasi adalah informasi akuntansi diferensial tang terdiri dari aktiva diferensial berupa tambahan investasi pada awal umur proyek dan biaya diferensial dan pendapatan diferensial selama umur proyek, informasi yang akan datang dapat berupa full cost informasi dan dapat berupa differential cost information.
2.    Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba yang akan datang.
3.    Ada empat metode yang umum digunakan sebagai kriteriala penilaian investasi:  pay-back method, rate of return on investment, present value method, dan discounted cash flows method.
4.    Kecermatan informasi akuntansi manajemen dibutuhkan oleh manajemen dalam lingkungan manufaktur maju yaitu: penentuan besarnya investasi, penaksiran besarnya aliran kas masuk selama umur investasi, penentuan besarnya nilai residu, penentuan besarnya discount rate.

3.2    Saran  
Adapun saran yang dapat  kami ajukan dalam makalah ini adalah sebaiknya dalam pengambilan keputusan investasi, manajemen harus menggunakan informasi manajemen yang akurat dalam proyek atau kegiatan te agar dapat mengetahui laba dari investasi dalam proyek atau kegiatan yang direncanakan tersebut.

Tidak ada komentar: