Sabtu, 13 Oktober 2012

KARAKTERISTIK AKUNTANSI MANAJEMEN


KARAKTERISTIK AKUNTANSI MANAJEMEN

AKUNTANSI MANAJEMEN
akuntansi dapat dipandang sebagai suatu system yang mengelolah masukan berupa data operasi dan data keuangan untuk menghasilkan keluaran berupa informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh pemakai. Gambar 1.1 memperlihatkan akuntansi sebagai suatu system pengelolaan informasi keuangan.
Akuntansi manajemen dapat dipandang dari dua sudut : akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Sebagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen merupakan suatu system pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi. Akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe akuntansi diantara dua tipe akuntansi:akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Sebagai salah satu tipe informasi, akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemem dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan. Akuntansi manajemen adalah informasi keuangan yang merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen, yang dimanfaatkan terutama oleh pemakai intern organisasi. Gambar 1.2 , melukiskan sudut pandang yang dapat digunakan ambarkan akuntansi untuk mengggambarkan managemen .


                             proses
                                                    Sistem Informasi Akuntansi
     Data                                                                                                     informasi akuntansi
 

  Masukan                                                                                                           keluaran

Gambar 1.1 akuntansi sebagai system pengolahan informasi keuangan

AKUNTANSI MANAGEMEN SEBAGAI TIPE AKUNTANSI
Akuntansi adalah  proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang  digunkan untuk memungkinkan pengambil keputusan melakukan pertimbangan berdasarkaninformasi dalam pengambilan keputusan . sebagai suatu system informasi keuangan akuntansi dibagi jadi2 tipe
: akuntansi keuangan dan akuntansi managemen lihat gan=mbar 1.3yang memperlihatkan pembagian akuntansi menjadi 2 tipe akuntansi. Sebagai salah 1 sistem pengolahan informasi keuangan karakteristik managemen dapat dibandingkan dengan karakteristik keuangan kedua takuntansi  ini mempunyai karakteristik yang berlainan disebkan oleh perbedaan pemakaian informasiyang dihasilkan oleh kedua akuntansi tersebut . akuntansikeuangan merupakantipe akuntansi yang mengelola informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan managemen puncak dan pihak organisasi sedangakan  akuntasi  managemen merupakan tipeakuntansi yang m,engelola informasi keuangan terutama untuk memenuhi keperluan managemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi



                                                          Sebagai suatu tipe informasi


Akuntansi
Manajemen

                                                           Sebagai suatu tipe akuntansi

Gambar 1.2 sudut pandang terhadap akuntansi manajemen

Kedua   pihak pemakai informasi yang dihasilkan oleh kedua tipe akuntansi tersebut mempunyai kebiasaan pengambilan keputusan yang berbeda. Karena akuntansi merupakan proses untuk menghasilkan informasi bagi kepentingan pemakai, maka perbedaan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemakai akan sangat menentukan karakteristik setiap tipe akuntansi tersebut.
                                                       Akuntansi keuangan


Tipe
Akuntansi



                                                           Akuntansi manajemen

Gambar 1.3 tipe akuntansi

Pemakai Informasi Akuntansi
Laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntansi dimanfaatkan oleh pemakai luar yang terdiri dari pemegang saham, kreditur, analis keuangan,organisasi karyawan dan berbagai instansi pemerintah. Para pemakai luar ini memerlukan laporan keuangan perusahaan sebagai dasar pembuatan keputusan tentang hubungan mereka dengan perusahaan yang bersangkutan. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak luar diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi keuangan.
Manajemen berbagai jenjang organisasi suatu perusahaan memerlukan informasi keuangan untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan itu sendiri atau bagiannya. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh para manajer tersebut diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi manajemen.
Oleh karena karakteristik keputusan yang dibuat oleh pihak luar berbeda dengan karakteristik keputusan yang dibuat oleh para manajer, maka hal ini mempunyai dampak terhadap karakteristik system pengelolaan informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan. Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen sebagai suatu system pengolahan informasi keuangan terletak pada
1.       Dasar pencatatan
2.       Focus informasi
3.       Lingkup informasi
4.       Sifat laporan yang dihasilkan
5.       Keterlibatan dalam perilaku manusia
6.       Disiplin sumber yang melandasi
Dasar Pencatatan
Akuntansi keuangan menggunakan prinsip akuntansi yang lazim sebagai pedoman dalam mengelola data keuangan untuk disajikan kepada pemakainya. Penggunaan prinsip akuntansi yang lazim ini diperlukan karena pihak luar memerlukan jaminan bahwa informasi keuangan yang disajikan oleh berbagai perusahaan dapat diperbandingkan satu dengan yang lainnya, sehingga mereka dapat mengambil keputusan untuk menentukan dengan perusahaan mana mereka akan mengadakan hubungan dan dalam bentuk apa hubungan itu dilaksanakan.  Dilain pihak, akuntansi manajemen tidak terikat dengan prinsip akuntansi yang lazim dalam pengelolaan informasinya, karena pemakainya adalah para manajer berbagai jenjang organisasi, yang lebih mementingkan relevansi informasi dengan keputusan yang akan mereka lakukan.
Fokus Informasi
Akuntansi keuangan digunakan untuk mengelolah informasi keuangan masa lalu untuk menggambarkan pertanggung jawaban dana yang dipercayakan oleh pihak luar kepada manajemen suatu perusahaan. Di lain pihak, akuntansi manajemen di samping menghasilkan informasi keuangan masa lalu, juga menyediakan informasi keuangan masa yang akan datang sebagai salah satu dasar bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Lingkup Informasi
Akuntansi keuangan mengolah dan menyajikan informasi keuangan perusahaan secara keseluruhan.  Hal ini disebabkan oleh pemakai luar membuat keputusan tentang hubungan mereka dengan perusahaan sebagai keseluruhan, bukan dengan bagiannnya. Dilain pihak, akuntansi manajemen mengelolah dan menyajikan informasi keuangan
Sifat Laporan Yang Disajikan
Laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan umumnya berupa ringkasan dan berisis informasi yang diteliti. Hal ini disebabkan pada umumnya pemakai luar hanya memerlukan informasi keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dana. Sedangkan akuntansi manajemen lebih menitikberatkan untuk menghasilkan laporan yang rinci dengan memasukkan unsur ketelitian sebagai hal nomor dua. Disebabkan dalam pengambilan keputusan, informasi yang kurang teliti namun relevan dengan masalah yang dihadapi adalah lebih baik dibandingkan dengan informasi yang teliti namun disajikan terlambat.
Keterlibatan Dalam Perilaku Manusia
Akuntansi keuangan lebih mementingkan pengukuran kejadian-kejadian ekonomi sedangkan akuntansi manajemen lebih banyak bersangkutan dengan pengukuran kinerja manajemen berbagai jenjang organisasi. Oleh karena informasi akuntansi manajemen digunakan untuk mengukur kinerja  manajemen, maka aspek perilaku manusia dalam organisasi perlu diperhatikan dalam pengolahan informasi keuangan dalam akuntansi manajemen.
Disiplin Sumber Yang Melandasi
Akuntansi keuangan hanya bersumber pada satu disiplin sumber yaitu ilmu ekonomi, sedangkan akuntansi manajemen memiliki dua disiplin sumber yaitu ilmu ekonomi dan psikologi sosial. Akuntansi manajemen dilandasi oleh ilmu ekonomi yang membekali manusia dalam mengalokasikan sumber daya alam dalam perusahaan dan ilmu psikologi social yang membekali perilaku manusia dalam hubungan mereka dengan manusia dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Hal Yang Sama Diantara Akuntansi Keuangan Dan Akuntansi Manajemen
Terdapat dua hal yang sama dalam tipe akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, yaitu : yang pertama, prinsip akuntansi yang lazim yang diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen. Misalnya penggunaan prinsip penandingan pendapatan dengan biaya dalam mengukur laba selain digunakan baik oleh akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen. Yang kedua, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menggonakan informasin operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.
PERKEMBANGAN PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI SUATU TIPE AKUNTANSI
Pencatat Skor
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen melakukan perencanaan aktivitas dan pengendalian pelaksanaan rencana aktivitasnya. Akuntansi manajemen berperan menyajikan informasi kepada manajemen mengenai pelaksanaan rencana aktivitas yang telah disusun , serta mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan evaluasi pelaksanaan rencana tersebut.
Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor, akuntansi manajemen harus memenuhi syarat : teliti, relevan dan andal ( reliable ). Ketelitian pencatatan skor setiap manajer merupakan syarat mutlak, karena informasi yang disampaikan kepada manajemen akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka. Dalam sejarahnya, menempuh dua pendekatan dalam pengolahan informasi yang mempengaruhi relevansi informasi dengan pengambilan keputusan yaitu : The historical communication approach, dimana dalam pendekatan ini akuntansi manajemen didominasi oleh pengimpulan dan penyajian secara teliti informasi biaya yang telah terjadi dimasa lalu, dan pemakai laporan dipersilahkan untuk malakukan penyesuaian ( adjustment ) terhadap informasi akuntansi yang diterimanya sesuai dengan kebutuhannya. Pendekatan kedua yaitu the user decision model approach. Pendekatan ini menekankan tema : “ biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda “. Dalam pendekatan ini akuntan manajemen disamping mempertimbangkan relevansi informasi dengan alternative yang dipertimbangkan oleh pengmbil keputusan, juga mempertimbangkan biaya dan manfaat informasi tersebut. Agar akuntansi manajemen mampu berfungsi sebagai pencatat skor, skor yang dicatat dan disajikan harus mencerminkan kinerja yang digambarkan dalam skor tersebut dan sesuai keperluan pengambil keputusan.
Keandalan adalah attribute lain yang harus dimiliki oleh informasi akuntansi manajemen. Sebagai pencata skor, informasi akuntansi manajemen harus bebas dari kecenderungan penyusunnya untuk memihak.


Penarik Perhatian
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk menvegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tasha perkembangan ini hanya dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik.
Penyedia Informasi Untuk Pemecahan Masalah
Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebihlanjut dari status perkembangan yang sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik perhatian. Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.
AKUNTANSI MANAJEMEN SEBAGAI SUATU TIPE INFORMASI
Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi ketidak pastian dalam pengambilan keputusan. Diantara berbagai tipe informasi, akuntansi manajemen merupaka salah satu tipe informasi akuntansi kuantitatif yang menyediakan informasi dalam pengambilan keputusan.
Mengapa Informasi Kuantitatif ?
Manajemen memerlukan informasi, baik yang berupa informasi kuantitatif maupun informasi nonkuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Umumnya informasi kuantitatif lebih berperan dalam mengurangi ketidakpastian bila dibandingkan dengan informs nonkuantitatif, sehingga umumnya dalam pengambilan keputusan bisnis, manajemen lebih bertumpu pada informasi kuantitatif dibandingkan dengan informs nonkuantitatif. Informs kuantitatif menjadikan pengambil keputusan lebih memperoleh jaminan kepastian dalam pemilihan alternatif.
Mengapa Informasi Akuntansi ?
Accounting is akuntansi business language. Sudah dikenal bahwa akuntansi merupakan suatu bahasa bisnis. Sebagai suatu bahasa akuntansi merupakan alat untuk nerpikir manajer dalam bisnis dan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran bisnis manajer kepada bawahan dan atasannya, kepada manajer lain, dan kepada pihak luar. Berpikir bisnis berarti berpikir secara ekonomi rasional. Manajer yang tidak menguasai akuntansi sebagai bahasa bisnis tidak dapat berpikir secara bisnis karena tidak memiliki alat berpikir untuk itu.
Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi dikelompokkan menjadi tiga : informasi operasi, informasi akuntansi keuangan, dan informasi akuntansi manajemen. Informasi operasi merupakan bahan baku untuk mengolah tipe informasi akuntansi yang lain : informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manejemen. Contoh informasi operasi berupa jumlah kilogram bahan baku yang akan dipakai dalam produksi, jumlah persediaan produk jadi, dan sebagainya. Sementara informasi akuntansi keuangan umumnya disajikan pada pihak luar perusahaan didalam laporan keuangan berbentuk neraca, laporan rugi laba, laporan laba yang ditahan, dan laporan perubahan posisi keuangan. Sedangkan informasi akuntansi manajemen disajikan kepada manajemen perusahaan dlam berbagai laporan keuangan berbentuk anggaran, laporan penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban dan laporan biaya menurut aktivitas.
TIPE INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Informasi akuntansi manajemen dapat dihubangkan dengan tiga hal : objek informasi, alternatif yang akan dipilih, dan wewenang manajer. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan objek informasi seperti produk, departemen, atau aktivitas, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi penuh. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih maka akan dihasilkan konsep informasi diferensial yang sangat diperlukan pleh menejemen dalam pengambilan keputusan pemilihan alternatif. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan wewenang yang dimilikioleh manajer dihasilkan konsep informasi akuntansi pertanggungjawaban yang terutama bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi.

MANFAAT INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tipe informasi akuntansi terbagi atas tipe informasi akuntansi penuh, informasi akuntansi diferensial, serta informasi akuntansi pertanggungjawaban. Berikut ringkasan manfaat setiap tipe informasi akuntansi manajemen :
Tipe informasi akuntansi manajemen

( Aktiva, Pendapatan, dan/atau biaya )
Manfaat
Informasi masa lalu
Informasi masa yang akan datang
Informasi akuntansi penuh
(Full Accounting Information )

Pelaporan informasi keuangan


Analisis kemampuan menghasilkan laba


Jawaban atas pertanyaan : “Berapa biaya tang telah dikeluarkan untuk sesuatu ?”


Penentuan harga jual dalam cost type contract
Penyusunan program


Penentuan harga jual normal



Penentuan harga transfer




Penentuan harga jual dalam perusahaan yang diatur dengan peraturan pemerintah
Informasi akuntansi diferensial
(Differential Accounting Information )

Tidak ada
Pengambilan keputusan pemilihan alternatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang
Informasi akuntansi pertanggungjawaban
( Responsibility Accounting Information )
Penilaian kinerja manajer


Pemotivasian manajer
Penyusunan anggaran

Gambar 1.4. Tipe informasi akuntansi manajemen dan manfaatnya
Informasi Akuntansi Penuh
Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu dan masa yang akan datang, serta informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya. Informasi akuntansi penuh selalu dihubungkan dengan objek informasi yang dapat berupa satuanusaha, produk, departemen atau aktivitas.


Informasi Akuntansi Diferensial
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok : merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Karena pengambil keputusan selalu menyangkut masa depan, maka informasi akuntansi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang pula. Sehingga tidak tercantum pemanfaatan informasi akuntansi diferensial masa lalu.
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Dalam penyusunan anggaran setiap manajer dalam organisasi merencanakan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya, sehingga informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.
TREND YANG MEMPENGARUHI AKUNTANSI MANAJEMEN
Akuntansi manajemen berintikan akuntansi biaya yang dikembangkan di U.S.A mulai akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20. Hampir semua prosedur penentuan harga pokok (product costing) dan prosedur akuntansi manajemen yang digunakan dalam abad ke-20 sekarang ini dikembangkan di U.S.A antara tahun 1880 dan 1925. Pada tahap awal perkembangannya akuntansi manajemen berorientasi pada penentuan harga pokok yang informasinya dimanfaatkan oleh pemilik dan pihak intrn lainnya. Sedangkan pada tahun 1925 diganti dengan penentuan harga pokok persediaan yang merupakan pembebanan biaya produksi kepada produk, yang selanjutnya dilaporkan kepada pemakai luar dalam laporan keuangan. Perubahan orientasi akuntansi manajemen dari penyedia informasi bagi pemakai intern ke penyedia informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan berlangsung terus sampai dengan awal tahun 90-an. Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen adalah :
·         Kemajuan teknologi informasi
·         Implementasi just-in time (JIT) manufacturing
·         Meningkatnya tuntutan mutu
·         Menungkatnya difersifikasi dan dan kompleksitas produk, serta semakin pendeknya daur hidup produk
·         Diperkenalkannya computer –intergrated manufacturing
Kemajuan Teknologi Informasi
Word – class company
Global Competition
Global village
Dalam dunia bisnis pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan perubahan yang luar biasa dalam persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, dan sebagainya. Perkembangan teknologi informasi ini menyebabkan semakin meluasnya perdagangan bebas diseluruh dunia dan persaingan bersifat global dan tajam. Sifat persaingan ini menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan yang memasuki tingkat persaingan dunia menjadi menciut. Hanya perusahaan-perusahaan yang manajemennya berhasil menjadikan perusahaannya memiliki keunggulan pada tingkat dunialah yang mampu bertahan dan berkembang pada situasi persaingan global dan tajam. Persaingan ditingkat dunia hanya dapat dimasuki oleh perusahaan-perusahaan yang fleksibel dalam memenuhi kebutuhan konsumen, yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk-produk yang bermutu kelas dunia dan yang cost effective.
Enterprise excellence
                                                                                             GGG



                                                  
 


Fleksibel                                          produk bermutu                              Cost effective                   
Gambar 1.5. Faktor yang mendorong penggunaan teknologi informasi maju dan persyaratan untuk menjadi word class company
Persyaratan mutu, fleksibilitas, dan cost effectiveness tersebut memaksa manajemen perusahaan-perusahaan manufaktur di U.S.A mengganti strategi untuk memenangkan persaingan  mereka dipasar dunia. Strategi tersebut  ditiru dari Jepang yaitu : non-value-added activities strategy dan market-driven strategy.
Value-Added Activities Strategy Versus Non-Value-Added Activities Strategy
Dalam proses pembuatan produk diperlukan throughput time yang merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi . throughput time dibagi menjadi empat komponen seperti disajikan pada gambar 1.6 dengan dua jenis aktivitas yang mengkonsumsi waktu tersebut. Prose produksi yang ideal akan menghasilkan throughput time yang sama dengan prosessing time. Ukuran efisiensi proses produksi dihitung dengan membandingkan prosessing time dengan throughput time yang dikenal dengan istilah manufacturing cycle efficiency ( MCE ).
                                                                Prosessing time               
                              MCE       =              
                                                                Throughput time
Jika proses pembuatan produk menghasilkan MCE sebesar 1, maka non-value-added activities telah dapat dihilangkan dalam proses pengolaha produk, sehingga konsumen produk tersebut tidak dibebani dengan biaya-biaya untuk aktivitas, bukan penambah nilai bagi mereka. Sebaliknya jika proses pembuatan produk menghasilkan MCE<1, berarti proses pengolahan produk masih mengandung aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen.
                                                Value-added activities
Throughput time     =     Prosessing Time                  +  Inspection Tim  +  Moving Time  +  Waiting/strorage time
                                                                                                                Non-value-added activities
Gambar 1.6. unsur waktu yang membentuk throughput time dan jenis aktivitas yang mengkonsumsi waktu tersebut
Non-value-added activities dianggap sebagai suatu aktivitas yang tidak dapat dihindari dalam proses pembuatan produk, sehingga diperlukan berbagai model untuk membenarkan keberadaannya. Oleh karena itu, perusahaan menufaktur di U.S.A melakukan berbagai usaha untuk mengurangi prosessing time dengan time and motion study, serta dengan mengembangkan berbagai model seperti economical order quantity, safety stock dan perhitungan produk rusak yang normal (normal defact) atau acceptable quality level (AQL). Sementara itu, produsen jepang lebih menitikberatkan strategi produksinya pada usaha-usaha untuk menghilangkan non-value-added activities. Bagi produsen jepang, non-value-added activities merupakan aktivitas yang tidak seharusnya menjadi beban konsumen, sehingga seharusnya dihilangkan dari proses pembuatan produk. Oleh karena itu, produsen jepang kemudian mengurangi inspection time dengan mengembangkan total quality control dan zero defact manufacturing, mengurangi moving time dengan mengembangkan cellular manufacturing dan mengurangi waiting/strorage time dengan mengembangkan just ini time inventory system.
                                                Time and motion      Acceptable quality                                  EOQ
                                                Study                                    level                                                  safety stock

Throughput time     =     Prosessing Time                  +  Inspection Time  +  Moving Time  +  Waiting/strorage time
                                                Value-added activities                   Non-value-added activities
Gambar 1.7. Penekanan manajemen Amerika terhadap penyempurnaan value-added activities
                                                JIT                                      TQC                             Celullar                                 JIT
                                                Manufacturing          Zero defact                 Manufacturing     Zero inventory

Throughput time     =     Prosessing Time                  +  Inspection Time  +  Moving Time  +  Waiting/strorage time
                                                Value-added activities                   Non-value-added activities
Gambar 1.8. Penekanan manajemen Jepang terhadap penghapusan non-value-added activities

 Technology-Driven Strategy Versus Market-Driven Strategy
Technology-driven strategy adalah suatu cara berpikir manajemen yang meletakkan teknologi sebagai pendorong perusahaan dalam memasuki pasar. Sedangkan market-driven strategy adalah suatu cara berpikir manajemen yang menberi prioritas kepada persyaratan pasar atau konsumen dibandingkan dengan keterbatasan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan market-driven strategy, manajemen selalu dipaksa untuk menghilangkan hambatan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Sejak selesainya perang dunia II, produsen jepang memilih market-driven strategy pada industry mobil dan consumer electronic dalam memasuki persaingan pasar dunia. Sementara perusahaan Amerika sebagai Negara pemenang memasuki dan menguasai pasar dunia tanpa hambatan yang berarti dengan teknologi yang mereka milki.
Implementasi JIT Manufacturing
Just-in time (JIT) merupakan manufacturing phylosophy, dimana perusahaan hanya memproduksi atas dasar permintaan tanpa memanfaatkan tersedianya persediaan dan tanpa menanggung biaya persediaan. Dalam hal ini, produksi tidak akan terjadi sebelum ada taanda dari proses selanjutnya yang menunjukkan permintaan produksi. Karena produksi sitentukan oleh permintaan, JIT tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan yang permintaan atas produknya sangat sulit diperkirakan. JIT merupakan Usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan ( strorage time ) yang merupakan salah satu akibat dari aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen.
                    JIT dan Persediaan
Salah satu dampak JIT manufacturing adalah berkurangnya persediaan ketingkat yang sangat rendah dibandingkan dengan system produksi yang tradisional disebabkan dalam system produksi tradisional, bahan diproduksi tanpa memperhatikan jumlah permintaan dari operasi berikutnya. Sehingga dalam proses produksi, persediaan akan melebihi jumlah yang diminta.
                JIT dan Celullar Manufacturing
Dalam system produksi tradisional, produk bergerak dari satu kelompok mesin yang sama kekelompok mesin yang sama berkutnya. Dimana mesin yang memiliki fungsi yang sama ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. Dan karyawan yang memiliki keahlian yang sama dalam mengoperasikan mesin ditempatkan dalam departemen untuk mengoperasikan satu kelompok mesin yang sama. Berbeda dengan JIT yang mengubah pola tata letak mesin tersebut dengan membentuk manufacturing cell yang terdiri dari mesin-mesin yang dikelompokkan dalam suatu keluarga mesin dan daapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan dalam memproduksi produk tertentu. Sehingga, karyawan memiliki keterampilan beragam yang mampu mengoperasikan semua mesin yang ada dalam cell.


                          Departemen 1                    Departemen 2                       Departemen 3
Produk A                                            A                                           A                                      A   produk jadi
Produk B           pemotongan          B           pembubutan         B            pengelasan      B   produk jadi
Gambar 1. 9. Tata letak mesin dalam system produksi tradisional
                                   Cell A                                                                                        cell B
 
                              Mesin Bubut                                                                        Mesin Bubut
        Mesin potong                       mesin las  Mesin potong                                    mesin las
 

                                                       Produk jadi A                                                                              produk jadi B
Gambar 1.10. tata letak mesin dalam celuller manufacturing
                JIT dan Desentralisasi Jasa Pendukung
JIT memerlukan akses yang cepat dan mudah terhadap jasa pendukung. Oleh karena itu, departemen jasa yang dibentuk untuk melayani secara terpusat semua departemen produksi perlu diperkecil skalanya dan karyawannya dibebani tugas untuk sevara langsung mendukung produksi dalam cell tertentu.
Meningkatnya Tuntutan Mutu
JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi dan penyerahan produk akhir kepada pelanggan maupun produk antara dari satu tahap produksi ke tahap produksi berikutnya. Dengan demikian, untuk menjamin ketepatan waktu dan ketepatan jumlah produk yang diproduksi oleh tahap tertentu proses produksi maupun oleh perusahaan secara keseluruhan, dituntut produksi tanpa cacat atau rusak dan bahan baku yang dimasukkan proses sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan tanpa cacat, serta kondisi mesin dan ekuipmen produksi tanpa kerusakan. Untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi mutu yang dijanjikan kepada pelanggan dibutuhkan pengendalian menyeluruh atau total quality control (TQC). TQC merupakan konsep pengendalian yang meletakkan tanggung jawab pengendalian dipundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak desain sampai proses produksi, sampai produk mencapai pembeli. Tanggung jawab pengendalian produk bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi pengendalian mutu (Departemen Pengendalian Mutu).
Meningkatnya Diversifikasi Dan Kompleksitas Produk, serta semakin pendeknya daur hidup produk
 Dengan peralatan modern yang dikendalikan dengan computer, pabrik mampu menghasilkan produk yang kompleks yang memerlukan penelusuran biaya yang tidak sederhana kedalamharga pokok produk. Pemanfaatan computer untuk memudahkan desain dan pengentasan hasil desain produk menyebabkan inovasi produk sangat pesat sehingga daur hidup produk (product life cycle) menjadi semakin pendek. Semakin pendeknya daur hidup produk semakin  memerlukan perancangan yang matang keseluruhan pendapatan dan biaya yang diproyeksikan selama daur hidup produk, agar investasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk desain dan pengembangan produk dan untuk mesin dan ekuipmen yang bersangkutan dengan produk dapat tertutup dari kas masuk bersih selama daur hidup produk yang diperkirakan.
Computer-Integrated manufacturing
Teknologi informasi maju yang diterapkan dalam  proses pengolahan produk menjadikan perusahaan manufactur fleksibel dalam memberikan respon terhadap perubahan kebutuhan pasar. Dengan demikian, teknologi informasi memungkinkan perusahaan manufaktur menerapkan market-driven strategy dengan menghilangkan hambatan-hambatan teknologi didalam memenuhi kebutuhan pasar. Pemanfaatan computer di dalam seluruh tahap pembuatan produk, mulai dari tahap desain, proses produksi, sampai dengan distribusi produk, mengubah secara mendasar proses pembuatan produk dan system informasi yang digunakan oleh manajemen di dalam mengelolah pabrik modern. Computer memungkinkan digunakannya computer-aided design (CAD) dan computer aided engineering (CAE) dalam tahap desai produk, sehingga pabrik-pabrik modern mampu melakukan inovasi yang luar biasa cepatnya dan mampu menghasilkan produk-produk dengan desain yang sempurna. Computer juga mengubah tahap proses pengolahan produk dengan digunakannya computer-aided manufacturing (CAM) flexible manufacturing system (FMS) dan computer intergrated system (CIM)
Computer aided design (CAD) merupakan perangkat lunak yang memungkinkan perancang produk dengan mudah dan cepat menuangkan ide rancangan nya dengan bantuan computer dan melakukan simulasi secara  eletronik.
Computer Aided Engineering (CAE) informasi yang dihasilkan proses desain dengan CAD kemudian diolah dengan CAE untuk memungkinkan perancang produk melakukan pengujian secara eletronik mengenai laik tidaknya produksi hasil rancangannya berdasarkan mesin mesin yang dimiliki perusahaan dan sekaligus dapat diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi produk yang dirancang.
Computer Aided Manufacturing (CAM). Informasi rancangan produk yang dihasilkan dalam proses deain dengan bantuan CAD dan CAE kemudian ditranfer kedalam CAM. Cam mencakup proses perencanaan dan penjadwalan produksi, robotic equipment penanganan bahan secara otomatis, dan pengendalian mutu dengan bantuan computer.
Flexible Manufacturing System (FMS). FMS merupakan pengelompokkan dua atau lebih mesin yang dapat deprogram, yang mampu berpindah dari satu operasi produksi produk satu ke produk yang lain.
Computer Integrated Manufacturing (CIM). Teknologi computer telah mampu merealisasikan impian pabrik yang sepenuhnya otomatis, sejak desain produk dengan CAD, pengujian produk dengan CAE, pengolahan produk dengan CAM perencanaan berbagai sumber daya untuk memproduksi dengan manufacturing resource planning (MRP II) sampai dengan perencanaan proses produksi dengan manufacturing process planning (MPP). Dengan CIM pabrik sedemikian fleksibel sehingga mampu (1) menghasilkan tiruan suatu produk sebagai tes dengan biaya yang sangat rendah, (2) mengubah dari production run yang satu ke production run yang lain hanya dalam beberapa menit atau detik dan (3) menyesuaikan perubahan frefensi pasar hanya salam waktu yang sangat singkat. Dengan digunakannya CIM dalam pabrik,perusahaan mampu memproduksi produk berdasarkan order bukan berdasarkan prakiraan.


DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KEBUTUHAN MANAJEMEN AKAN INFORMASI AKUNTANSI
Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap teknologi pembuatan produk, sejak saat didesain dan dikembangkan, diproduksi, sampai dengan didistribusikan kepada konsumen. Disamping itu, perkembangan teknologi informasi mempunyai damp[ak terhadap system pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen.
Informasi Biaya Produk yang Cermat
Persaingan tingkat dunia memaksa manajemen perusahaan memperhitungkan dengan cermat biaya produk mereka dengan tujuan: (1) konsumen tidak dibebani biaya bukan penambahan nilai (non-value-added costs) bagi mereka, (2) laba yang diperboleh perusahan yang memasuki persaingan global dan tajam adalah rendah sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang cost-effective saja yang mampu bertahan dan berkembang dalam situasi persaingan semacam itu. Dengan demikian, manajemen perusahaan-perusahaan yang memasuki persaingan global memerlukan informasi biaya produk mereka jauh lebih cermat.
Informasi Biaya Overhead yang Cermat
Penggunaan teknologi maju dalam proses manufaktur menyebabkan kenaikan yang signifikan persentase biaya overead pabrik dalam struktur biaya produk. Besarnya proporsi biaya overhead pabrik dalam keseluruhan biaya produk tersebut memaksa manajemen untuk tidak sekedar mengalokasikan biaya tersebut kepada produk, namun mendorong manajemen untuk mencari cara agar mereka mampu mengelola biaya tersebut. Biaya overhead pabrik yang besar memerlukan teknologi pengelolaan biaya yang dirancang untuk  memungkinkan manajemen memantau konsumsi sumber daya dalam setiap aktifitas yang dilaksanakan untuk menghasilkan produk. Manajemen memerlukan informasi konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas perusahaan untuk menghasilkan produk agar mereka mampu melakukan perbaikan secarta terus menerus terhadap value added activities dan dapat menghilangkan non value added activities. Dalam posisi ini manajemen akan mampu menjadikan perusahaannya cost-effective, salah satu daya saing (competitive edge) yang harus dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia.

Informasi Biaya Daur Hidup Produk
Dengan pesatnya perkembangan pemanfaatan computer dalam tahap desain, engineering, dan produksi, jarak waktu yang diperlukan dari ide rancangan sampai dengan produksi menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kelas dunia memilih strategi inovasi sebagai senjata untuk memenangkan perebutan pasar dunia. Strategi ini menjadikan daur hidup produk (produk life cycle) menjadi pendek. Oleh karena itu, manajemen yang bersaing di kelas dunia, tidak lagi cukup hanya memperoleh informasi biaya periodic yang dihasilkan oleh system akuntansi biaya tradisional, namun jauh lebih penting dari itu, manajemen memerlukan informasi product life cycle costs. Informasi product life cycle costs memungkinkan manaemen melakukan strategic cost analysis pada saat mempertimbangkan peluncuran produk baru, penghentian produksi produk yang ada, dan product profitability analysis.
RESPON AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KEBUTUHAN MANAJEMEN AKAN INFORMASI AKUNTANSI
Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi didalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan beragai peruahan yang sifatnya mendasar sebagai berikut.
1.          akuntansi manajemen melepaskan dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhanmanajemen.
2.          Akuntansi manajemen memanfaatkan teknologikomputer untuk  merekayasa informasi biaya produk yang lebih cermat.
3.          Akuntansi manajemen berusaha mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity-based cost system
4.          Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkanmanajemen menerapkan market-driven strategy dalam memasuki pasar dunia
5.          Akuntansi manajemen menyajikan informasi product life cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis


Pembebasan Akuntansi manajemen  Dari Dominasi Akuntansi Keuangan
Jika diperhatikan pada awal mula perkembangannya, akuntansi manajemen berorientasi kepada penyediaan informasi akuntansi bagi kepentingan pemilik dan pemimpin perusahaan. Namun dalam perkembangannya, akuntansi keuangan sangat mendominasi perancangan system akuntansi manajemen untuk memenuhi kebutuhan  pihak luar perusahaan. Sebagai respon terhadap kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi manajemen, diperlukan perubahan  orientasi, dari yang terpusat kepada pemenuh kebutuhan  pihak luar, ke yang terpusat kepada penyediaan informasi akuntansi bagi pihakintern sendiri.
Teknologi Informasi
Dengan memanfaatkan teknologi informasi pada tingkat perkembangannya sekarang, akuntansi manajemen mampu menyediakan informasi akuntansi untuk memungkinkan manajemen memantau konsumsi berbagai sumberdaya dalam semua aktivitas untuk menghasilkan berbagai produk atau jasa.
Activity-Based Cost System
System ini merupakan salah satu wujud pelepasan akuntansi manajemen dari dominasi akuntansi keuangan. System  ini dirancang atas dasar landasan pikiran bahwa produk memerlukan aktivitas dan aktivitas mengonsumsi sumber daya. Lihat gambar 1.11 yang melukiskan hakekat activity =-based cost system. Jika manajemen melayani kebutuhan konsumen dengan filosofi bahwa perusahaan tidak akan membebani konsumennya dengan aktivitas-bukan-penambah nilai bagi konsumen, maka manajemen akan senantiasa berusaha melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aktifitas untuk menghasilkan produk atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Manajemen yang mendasarkan usahanya atas filosofi tersebut memerlukan informasi untuk memungkinkan mereka melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap berbagai aktivitas untuk menghasilkan produk atau jasa. Oleh karena itu, informasi akuntansi yang dirancang atas dasar aktivitas (activity-based cost system) merupakan system akuntansi yang relevan dengan kebutuhan manajemen saat sekarang.
Sumber daya
produk

aktivitas
 



Target Costing
Target Cost adalah perbedaan antara harga jual produk atau jasa yang diperlukan untuk mencapai pangsa pasar (market share) tertentu dengan laba per satuan yang diharapkan. Jika target cost dibawah harga pokok produk yang sekarang dapat dicapai,maka manajemen harus merencanakan program pengurangan biaya untuk menurunkan biaya yang sekarang dikonsumsi untuk menghasilkan produk ke target cost
Product-life Cycle Costing
Daur hidup produk (product life cycle) adalah waktu suatu produk mampu memenuhi kebutuhan konsumen-sejak lahir sampai diputuskan dihentikan pemasarannya. Biaya daur hidup produk adalah biayab yang bersangkutan dengan produk selama daur hidupnya, yang meliputi: biaya pengembangan (perencanaan, desain, pengujian), biaya produksi (aktivitas pengubahan bahan baku menjadi produk jadi), dan biaya dukungan logistic (iklan,distribusi, jaminan, dam sebagainya).
Meskipun informasi biaya daur hidup diperlukan oleh semua perusahaan manufaktur, namun yang paling memerlukan ialah perusahaan manufaktur yang produknya mempunyai daur hidup pendek . produk harus dapat menutup semua biaya daur hidupnya dan menghasilkan laba tertentu selama daur hidupnya, jilka produk mempunyai daur hidup panjang, perusahaan dapat menaikkan labanya dengan mengubah harga jual produk dan dengan mengubah komposisi produk yang dijual.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

tankzzzz.. 5an9at bermanfaat_

dimdroid mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)